Merajut Nusantara dengan Menjahit Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih di Rumah Ibu Fatmawati di Kota Bengkulu. Waktu Waktu pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 24 Juli 2011. Tempat Kegiatan “Merajut Nusantara dengan Menjahit Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih di Rumah Ibu Fatmawati di Kota Bengkulu” akan dilaksanakan di rumah kediaman Ibu Fatmawati di Kota Bengkulu.
Tampilkan postingan dengan label Pengerukan Alur Pulau baai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengerukan Alur Pulau baai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

PENGERUKAN TAHAP I ALUR PULAU BAAI HAMPIR MENCAPAI TARGET

Alur Sebelum Pengerukan

Alur Setelah Pengerukan
Bengkulu, Info Publik - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Suharto SE MM bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu Rufal Mithra, Selasa (3/8), melakukan pengecekan terhadap pekerjaan pengerukan endapan alur masuk pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, yang dilakukan oleh PT Pelindo II Cabang Bengkulu.

Kedalaman alur saat ini dari muka air laut surut terendah (low water spring – LWS), sudah mencapai -6,5 meter sehingga kapal-kapal berbobot 15.000DWT sudah bisa melintas, namun kedalamannya masih harus ditingkatkan untuk mencapai target -10 LWS.

Menurut Ade Hartono usai meninjau proses pengerukan di alur masuk Pulau Baai, Selasa (2/8), alur untuk saat ini dapat dilewati kapal dengan bobot 15.000 DWT.

Sementara ketika kedalaman telah mencapai -10 meter LWS, alur dapat dilewati kapal berbobot 40.000 DWT. “Kami menargetkan kegiatan bongkar muat barang akan mencapai enam juta ton pada tahun 2012 setelah alur mencapai -10 meter LWS,” katanya.

Pengerukan tahap I telah selesai 90 persen. Kedalaman yang diinginkan sudah tercapai walaupun di beberapa titik masih dalam proses pengerukan.

Pengerukan sudah dimulai 1,5 bulan lalu, untuk endapan yang berhasil dikeruk dari alur dengan ukuran panjang 2.000 meter x lebar 80 meter sekitar 1,5 juta meter kubik. Di beberapa titik kedalaman -6,5 meter LWS sudah dicapai. "Mudah-mudahan pada pertengahan Oktober nanti kedalaman -6,5 meter LWS sudah merata," tuturnya.

Setelah kedalaman -6,5 meter LWS dicapai, maka pengerukan tahap II dimulai dengan target kedalaman -10 meter LWS. Pengerukan yang menggunakan kapal jenis cutter suction dredger (CSD) dari Belanda itu menelan biaya Rp200 miliar .

Pandu Pelabuhan Pulau Baai, Indra Gunawan, berharap, dengan alur masuk yang semakin dalam bisa menekan risiko kapal yang kandas. Dalam sehari ada 5-10 kapal yang keluar masuk pelabuhan. "Jika kedalaman alur sudah sesuai, saya yakin jumlah kapal yang kandas bisa berkurang jauh," ujarnya.

Selama ini, pendangkalan di alur masuk pelabuhan Pulau Baai menjadi hambatan keluar-masuknya kapal yang berbobot besar. Hanya kapal-kapal berbobot mati maksimal 1.200 ton saja yang bisa masuk.

Kapal pengangkut batubara, misalnya, tidak bisa sandar di dermaga. Muatan batubara dari truk terpaksa dinaikkan ke kapal tongkang terlebih dulu. Baru kapal tongkang itulah yang muat ke kapal pengangkut yang lebih besar yang lego jangkar di dekat Pulau Tikus sekitar 7,2 kilometer dari pelabuhan.

Selain itu, pendangkalan alur juga sempat menganggu distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Provinsi Bengkulu. Akibatnya, pasokan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersendat sehingga terjadi antrean kendaraan. Pertamina terpaksa menggunakan kapal kecil untuk mengangkut BBM.

Seandainya memaksakan diri masuk kapal bertonase besar berisiko karam seperti yang pernah terjadi pada kapal pengangkut minyak sawit mentah (CPO) pertengahan Maret lalu.

Menurut Ade, tidak masuknya kapal pengangkut CPO ke pelabuhan Pulau Baai juga disebabkan karena pendangkalan alur masuk pelabuhan. CPO dari Bengkulu justru diekspor melalui pelabuhan lain di antaranya Teluk Bayur, Sumatera Barat.

Itulah sebabnya ekspor CPO Bengkulu tidak tercatat dalam neraca ekspor impor yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), padahal di Bengkulu terdapat tidak kurang dari 240.000 hektare kebun kelapa sawit. (Admin/MC Kota Bengkulu/Budi)

Senin, 27 Juni 2011

PELINDO II MELAKUKAN PENGERUKAN ALUR MASUK PELABUHAN PULAU BAAI

Bengkulu, 28/06/2011 (Infopublik). PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) cabang Bengkulu melakukan kegiatan pengerukan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, hal ini sebahai tindak lanjut atas surat penunjukkan Kementerian Perhubungan yang dikeluarkan Februari 2011. Acara pengerukan dilakukan Senin (27/6) kemarin dibuka oleh Gubernur Bengkulu diwakili Sekda Pemprov Drs H Asnawi A Alamat MSi, serta dihadiri instansi terkait dan para pengusaha yang ada di Bengkulu.

Pengerukan yang pembiayaannya menggunakan dana internal perusahaan ini diharapkan dapat mengatasi kendala distribusi barang serta operasional yang mengganggu keselamatan dan keamanan kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan.
“Pengerukan ini memungkinkan masuknya kapal-kapal dengan bobot diatas 40.000 dwt (dead weight tonnage) dapat dilayani di pelabuhan, dimana tidak perlu lagi melakukan transshipment di Pulau Tikus. Disamping mengurangi biaya yang harus dikeluarkan para pengguna jasa pelabuhan, kegiatan ini nantinya diharapkan dapat memperlancar distribusi dan tentunya menekan biaya logistic yang harus ditanggung,”ujar General Manager Pelindo II cabang Bengkulu Ade Hartono.
Pengerukan pelabuhan pulau Baai menggunakan dua tahap, pertama akan dilakukan hingga alur mencapai kedalaman -6,5 meter LWS (low Water Spring) dengan perkiraan waktu pengerukan empat bulan terhitung dari Juni 2011. Tahap kedua dilakukan pengerukan lanjutan dari -6,5 meter hingga -10 meter LWS dengan waktu pengerukan selama tujuh bulan.
“Untuk pengerukan pelabuhan kami bekerja sama dengan PT pengerukan Indonesia. Kerjasama ini merupakan implementasi dari program Kementerian BUMN berupa sinergi antar BUMN,”jelasnya.
Pengerukan dilakukan dengan dua jenis kapal, yaitu kapal keruk jenis cutter suction redger (CSD) serta trailing suction hopper dredger (TSHD). Hasil pengerukkan kapal CSD akan dibuang ke kiri dan kanan breakwater, dengan menggunakan pipa bawah air.
Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH mengatakan, dengan berjalannya proses pengerukan ini diharapkan dapat menarik investor dan para pengusaha baik yang di Jakarta maupun asia.
“Dengan kedalamam ideal alur sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan produktifitas serta layanan PT. Pelindo II. Nantinya sebagai gerbang dari mata rantai perekonomian daerah Bengkulu,”ungkap Walikota.
Sekda Bengkulu H Asnawi A Alamat, MSi menginginkan lalulintas kapal dari pelabuhan terus berjalan lancer, sehingga investasi dapat terus meningkat. Hal tersebut dapat mendorong pendistribusian barang, dan juga batubara sebagai komoditi utama Bengkulu. (admin/MC Kota Bengkulu/Budi)

DOKUMENTASI KOMINFO KOTA BENGKULU

AVAILABLE FOR RENT

Toyota AVANZA, DAIHATSU XENIA,
TERIMA Lanyanan Drop, Jemput Bandara ke Hotel atau sebaliknya Mau Wisata untuk daerah Bengkulu dan Sekitarnya,
call 081392606844